Kamis, 31 Maret 2016


Judul
: Keterampilan Dasar Menulis
Penulis
: Suparno dan Mohamad Yunus
Penerbit
: Universitas Terbuka
Tahun Terbit
: 2007
Cetakan
: Kelima belas
Halaman
: 362 halaman, 6 modul ; 21 cm
Isbn
: 979-689-311-8


A. Pengertian menulis
            Menulis dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan penyampaian pesan (komunikasi) dengan menggunakan bahasa tulis sebagai alat atau medianya. Pesan adalah isi atau muatan yang terkandung dalam suatu tulisan. Tulisan merupakan sebuah simbol atau lambing bahasa yang dapat dilihat dan disepakati pemakaiannya. Dengan demikian, dalam komunikasi tulis paling tidak terdapat empat unsur yang terlibat: penulis sebagai penyampai pesan (penulis), pesan atau isi tulisan, saluran atau media berupa tulisan, dan pembaca sebagai penerima pesan.
Menurut Graves (1978), seseorang enggan menulis karena tidak tahu untuk apa dia menulis, merasa tidak berbakat menulis, dan merasa tidak tahu bagaimana harus menulis. Ketidaksukaan tak lepas dari pengaruh lingkungan keluarga dan masyarakatnya, serta pengalaman pembelajaran menulis atau mengarang di sekolah yang kurang memotivasi dan merangsang minat.
            Smith (1981) mengatakan bahwa pengalaman belajar menulis yang dialami siswa di sekolah tidak terlepas dari kondisi gurunya sendiri. Umumnya guru tidak dipersiapkan untuk terampil menulis dan mengajarkannya. Karena itu, untuk menutupi keadaan yang sesungguhnya muncullah berbagai mitos atau pendapatr yang keliru tentang menulis dan pembelajarannya.
Di antara mitos yang perlu kita perhatikan adalah sebagai berikut.
1.      Menulis itu Mudah
Teori menulis atau, mengarang memang mudah. Gampang di hafal. Tetapi, menulis atau mengarang bukanlah sekedar teori, melainkan keterampilan. Bahkan, ada seni atau art di dalamnya. Teori hanyalah alat mempercepat pemilikan kemampuan seseorang dalam mengarang.
2.      Kemampuan Menggunakan Unsur Mekanik Tulisan Merupakan Inti dari Menulis
Dalam mengarang seseorang perlu memiliki keterampilan mekanik seperti penggunaan ejaan, pemilihan kata, pengkalimatan, pengalinean, dan pewacanaan. Unsur mekanik hanyalah sebagai alat yang digunakan untuk mengemas dan menyajikan isi karangan agar dapat dipahami dengan baik oleh pembacanya
3.      Menulis itu Harus Sekali Jadi
Kita menulis, meperbaiki, mencobva menulis lagi, hingga kita anggap  selesai. Hati-hati mitos ini dapat memfrustasikan seseorang dalam menulis, terutama penulis pemula. Tidak banyak orang yangdapat menulis sekali jadi. Bahkan, penulis professional sekalipun. Menulis merupakan sebuah proses. Proses yang melibatkan tahap prapenulisan, penulisan, serta penyuntingan, perbaikan, dan penyempurnaan.
4.      Orang yang Tidak Menyukai dan Tidak Pernah Menulis Dapat Mengajarkan Menulis
Sulit membayangkan seorang guru yang takut dan tidak suka menulis dapat melakukan hal itu. Padahal, minat dan kemauan siswa belajar menulis tak terlepas dari apa yang terjadi pada diri guru dan bagaimana dia mengajarkannya.

B. Menulis Sebagai Proses
Menurut Barrs (1983-829-831), pendekatan proses dalam menulis, terutama bagi penulis pemula, mudah diikuti. Dia akan dapat memahami dan melakukan dengan cepat hal-hal yang harus dipersiapkan dan dilakukan dalam menulis.
Terdapat fase-fase untuk mempermudah pemahaman, yaitu:
      1. Tahap Prapenulisan
Tahap ini merupakan fase persiapan menulis, seperti halnya pemanasan (warming up) bagi orang yang berolahraga. Pada fase prapenulisan ini terdapat aktivitas memilih topik, menetapkan tujuan dan sasaran, mengumpulkan bahan atau informasi yang diperlukan, serta mengorganisasikan ide atau gagasan dalam bentuk karangka karangan.


2. Tahap Penulisan
Seperti telah kita ketahui, struktur karanganatas awal, isi, dan akhir. Awal karangan berfungsi untuk memperkenalkan dan sekaligus menggiring pembaca terhadap pokok tulisan kita. Isi karangan menyajikan bahasan topikan atau ide utama karangan, berikut hal-hal yang memperjalas atau mendukung ide tersebut seperti contoh, ilustrasi informasi, bukti, atau alasan. Akhir karangan berfungsi untuk mengembalikan pembaca pada ide-ide penting. Bagian ini berisi simpulan, dan dpaat ditambah rekomendasi atau saran bila diperlukan.
3. Tahap Pascapenulisan
            Fase ini merupakan tahap penghalusan dan penyempurnaan buram yang kita hasilkan. Kegiatannya terdiri atas penyuntingan dan perbaikan (revisi). Kegiatan ini bisa terjadi beberapa kali.
Masa kegiatan penyuntingan dan perbaikan karangan dapat dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
a)     Membaca keseluruhan;
b)     Menandai hal-hal yang perlu diperbaiki, atau memberikan catatan bila ada hal-hal yang harus diganti, ditambahkan, disempurnakan; serta
c)     Melakukan perbaikan sesuai dengan temuan saat penyuntingan.


C. Penalaran
Penalaran induktif dapat dilakukan melalui generalisasi, analogi, atau hubungan kausal. Sementara itu, deduksi menggunakan silogisme atau variannya (entimen) sebagai sarana bernalar.
            Dalam bernalar seseorang dapat melakukan salah nalar, yang disebabkan oleh kekeliruan dalam proses berpikir : kekurangcermatan, kecerobohan, ketidaktahuan, atau sikap emosional. Semua itu disebabkan oleh generalisasi yang terlalu luas, kerancuan analogi, kesalahan kausalitas, kesalahan relevansi (karena kekurangpahaman, pengabaian, atau penyembunyian masalah sesungguhnya), dan kesalahan karena menyandarkan pendapat atau alasan mengenai suatu masalah terhadap seorang tokoh atau ahli diluar kepakarannya.
Modul 2
1. Pilihan Kata
Kata adalah satuan bebas terkecil alat pengungkap dan penerima gaga. Kata menjadi unsur pembentuk kalimat. Karena itu, kualitas pilihan kata akan menentukan keaktifan kalimat. Dengan kalimat yang efektif itu, gagasan yang diungkapkan penutur atau penulis sama dengan gagasan yang diterima oleh pendengar atau pembaca. Untuk memilih kata, dua kaidah dapat dipakai pegangan, yakni kaidah ketepatn dan kaidah kecocokan.
2. pengembangan Kalimat Efektif
            Pengembangan kalimat efektif dapat dilakukan untuk menjadikan kalimat sebagai sarana pengungkap dan penangkap pesan agar komunikasi terjadi secara efektif. Untuk mengembangkan kalimat eefektif ada dua hal yang perlu diperhatikan, yakni persyaratan kalimat efektif dan kiat pengembangan efektif.
Modul 3
1. Perancangan Kalimat
            Sebagai proses, penulisan karangan dapat dibagi menjadi tiga tahap, yakni tahap prapenulisan, tahap penulisan, dan tahap pascapenulisan. Target penyusunan rancangan adalah kerangka karangan, yakni karangan tulis yang menggambarkan bagian-bagian karangan dalam tataan yang sistematis.
2. Pengembangan Paragraf
            Paragraph adalah bagian karangan, berupa untaian kalimat berstruktur yang berisi gagasan dan sejumlah gagasan pengembang. Ada empat persyaratan pembentuk paragraph, yaitu:
a)     Persyaratan kesatuan atau keutahan yang ditandai oleh satu gagasan dasar dan sejumlah gagasan pengembang
b)     Persyaratan pengembang yang ditandai oleh adanya kalimat topic dan sejumlah kalimat pengembang
c)     Persyaratan kepaduan yang ditandai oleh hubungan yang harmonis antara isi kalimat dan paragraph
d)     Persyaratan kekompakan yang ditandai oleh keserasian hubungan bentuk struktur leksikon
3. Penyusun Karangan
Penulis karangan adalah kegiatan mewujudkan karangan yang utuh. Pada tahap penyuntingan, kegiatan yang dilakukan adalah memeriksa darf awal yang sudah dihasilkan. Aspek-aspek yang diperiksa adalah aspek isi, bahasa, ejaan dan tanda baca, seta teknik penulisan.
Modul 4
Deskripsi dan Narasi
           
Deskripsi
Sebagai salah satu jenis karangan, deskripsi ditulis untuk mendeskripsikan atau memerikan, menggambarkan, menggambarkan, atau melukisakan suatu objek sehingga pembaca memiliki peenghayatan seolah-olah menyaksikan atau mengalaminya sendiri.
Narasi
            Narasi adalah karangan yang menyajikan serangkaian peristiwa. Sebagai sebuah karanga, narasi dikembangkan dengan memberikan prinsip-prinsip dasar narasi sebgai tumpuan berpikir bagi terbentuknya karangan narasi.
Modul 5
Eksposisi, Argumentasi, dan Persuasi
Eksposisi
Karangan eksposisi adalah karangan yang bertujuan utama untuk memberitahu, mengupas, menguraikan, atau menerangkan sesuatu.
Argumentasi dan Persuasi
Karangan argumentasi adalah karangan yang isinya terdiri atas paparan alasan dan penyintesisan pendapat untuk membangun suatu kesimpulan. Karangan ini ditulis dengan maksud untuk memberikan alasan, untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.
            Karangan persuasi adalah karangan yang berisi paparan berdaya bujuk, berdaya ajuk, ataupun berdaya himbau yang dapat membangkitkan ketergiuran pembaca untuk meyakini dan menuruti himbauan implicit maupun eksplisit yang dilontarkan oleh penulis.
Modul 6
Surat Menyurat Dinas
Seluk Beluk Surat
Surat adalah salah satu sarana komunikasi tertulis untuk menyampaikan suatu pesan dari satu pihak (perorangan, kelompok, atau organisasi) kepada pihak lain. Apabila surat itu mengandung pesan yang menyangkut kepentingan formal atau dinas, maka surat seperti itu disebut surat dinas atau surat resmi.
Berbeda dengan bentuk karangan lainnya, surat memiliki karakteristik yang sangat khusus. Salah satu kekhasan terletak pada bagian-bagiannya. Bagian-bagian ini sangat penting karena setiap bagian memiliki kegunaan tertentu. Bagian-bagian surat dinas/resmi yang lengkap terdiri atas: kepala surat nomer, lampiran, hal, tanggal, alamatdalam surat, salam pembuka, isi dan tubuh surat,salam penutup, nama organisasi atau jabatan penulis surat, tanda tangan, nama terang, NIP bagi pegawai pemerintah, tembusan dan inisial.





Kamis, 17 Maret 2016

Perencanaan Jurnal



Perencanaan jurnal penelitian yang akan saya kerjakan nanti mengenai tentang media dan strategi untuk mempermudah siswa dalam membuat karya sastra . jurnal yang nanti saya buat tidak jauh berbeda dengan jurnal yang saya temukan di Portal Garuda penelitian dari  Pande Putu Edi Harnata, I Wayan Rasna, Ni Made Rai Wisudariani yang berjudul Penggunaan Media Film Untuk Meningkatkn Keterampilan Menulis Cerpen Siswa KelasX2 di SMA Negeri 1 Tampaksiring.
            Saya tertarik pada penelitian dari  Pande Putu Edi Harnata, I Wayan Rasna, Ni Made Rai Wisudariani yang berjudul Penggunaan Media Film Untuk Meningkatkn Keterampilan Menulis Cerpen Siswa KelasX2 di SMA Negeri 1 Tampaksiring karena dengan media film akan meningkatkan keterampilan siswa dalam membuat karya sastra tidak hanya cerpen, tapi puisi juga. Ketika menonton film akan menambah pengetahuan dan ide-ide baru bahkan dapat menjadi inspirasi untuk siswa. Tidak semua film yang dapat dijadikan media untuk meningkatkan keterampilan siswa, film ada yang bersifat positif dan negatif ada beberapa film yang dapat menjadikan inspirasi 3idiots, Top Secret a.k.a the Billionare, Cherries, dan Miracle Of giving fool. Film 3idiots yang menceritakan sebuah kisah persahabatan 3 orang mahasiswa teknik mesin di India yang memulai jenjang kuliahnya di universitas nomor 1 di negerinya. dikisahkan 3 orang ini bernama Rancho, Farhan, dan Raju. Mereka adalah teman satu kamar di asramanya semenjak hari pertama menjejakkan kaki di universitas tersebut.Farhan dan Raju adalah mahasiswa biasa yang nilainya pun pas-pasan. Sedangkan dikisahkan seorang Rancho adalah seorang mahasiswa yang jenius dan selalu mengaplikasikan ilmu yang telah dia dapat sebelum maupun saat dia pelajari sewaktu kuliahnya. Namun, selepas mereka lulus kuliah, Farhan, Raju, dan Pia tidak pernah mendengar kabar mengenai Rancho. Diceritakan di masa depan, akhirnya Farhan, Raju, Pia, dan ditemani Chatur mencari kabar Rancho hingga melintasi dataran India. Mereka akhirnya tiba di sebuah rumah mewah, seperti istana, dan mereka menemukan Rancho. Tapi, saat bertemu, itu bukan Rancho yang mereka kenal saat mereka kuliah dulu. Rancho berubah dan ternyata bukan Ranco yang mereka kenal, melainkan Rancho asli dan Rancho yang mereka kenal ternyata tidak berada disini, dan ternyata kawan mereka hanyalah anak dari seorang pembantu yang hanya butuh belajar, namun tak butuh ijazah, setelah mereka berbicara dengan Rancho yang asli ternyata kawan mereka ini berada di luar negeri. dan stelah mereka mencari dan akhirnya bertemu dan Chatur tertawa saat melihat rancho hanya menjadi guru biasa saja, namun pada saat dia tertawa terbahak – bahak dia kaget saat menerima telpon dari bos besarnya dan ternyata bos besarnya adalah Phungshuk Wangdu yang mereka kenal sebagai Rancho Chanchad.
Setelah menyaksikan film itu siswa tertarik pada cerita di film itu, mendapatkan pengalaman cerita  dan mendapatkan inspirasi yang membuat mereka mudah untuk membuat sebuah karya sastra film yang ditonton juga harus diminati siswa. Maka dengan menggunakan media film dapat meningkatkan keterampilan siswa hasil cerpen siswa yang sebelumnya tidak menarik karena kurangnya pengalaman dan pengalaman bisa didapatkan dengan menggunakan media film.

PENGGUNAAN MEDIA FILM UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X2 DI SMA NEGERI 1 TAMPAKSIRING Pande Putu Edi Harnata, I Wayan Rasna, Ni Made Rai Wisudariani













Kamis, 10 Maret 2016

Puisi Nona Senja menceritakan tentang seorang wanita yang dianggap penakluk senja sama jingganya dengan senja. Senja tidak selalu berartikan umur yang sudah hampir habis atau mendekati dengan kematian. Senja yang diartikan disini adalah sebuah keindaha. Puisi ini melatar belakangi kisah seorang lelaki yang menyukai senja hampir setiap hari mengabadikan lukisan tuhan yang begitu indah baginya, tapi pada puisi ini perempuan yang disamakan keindahannya dengan senja itu memudar dan hilang. Puisi Nona Senja ini berhubungan dengan cerpen yang berjudul Kehilangan Sepotong Senja. Cerpen Kehilangan Sepotong Senja yang mempunyai dua tokoh utama seorang lelaki dan perempuan yang bernama Darma dan Luna. Cerpen ini menceritakan tentang percintaan yang berawal dari sosial media sampai mereka bertemu langsung dan saling jatuh cinta pada pertengahan cerita memiliki permasalahan pada tokoh perempuan yang bernama Luna sakit disaat tokoh lelaki yaitu Darma mulai berubah seakan tidak peduli lagi dengan Luna tidak tau sebabnya kenapa sampai akhirnya Luna meninggal dunia karena mengidap penyakit HIV karena dulunya Luna suka melakukan seks bebas dengan pasangnnya. Cerpern Kehilangan Sepotong Senja menceritakan sebuah tiruan kehidupan, cerpen ini mempunyai alur mundur. Menurut saya Cerpen Kehilangan Sepotong Senja ini hampir sempurna dan saya sangat menyukai Cerpen ini dari beberapa cerpen yang pernah saya buat hanya cerpen ini yang mampu membuat saya bangga dengan karya saya sendiri dan saya sudah meminta beberapa teman saya untuk membaca cerpen ini mereka berependapat sama menyukainya.

Rabu, 09 Maret 2016


Kehilangan Sepotong Senja
Setiap harinya memeluk kota ini, warna yang berbeda membuat terlihat menjadi sosok dikagumi seseorang lelaki bernama Darma yang selalu menunggu kehadiran sosok yang hadir diantara kesorean menuju malam. Sosok yang dikaguminya adalah senja, senja yang selalu membuat imajinasinya terbang kemana saja. Namun yang dia tahu senja itu datang setiap harinya walaupun hanya sementara.
            Darma selalu meyakinkan dirinya sendiri untuk setiap saat duduk menunggu datangnya senja, dia tahu bahwa akan ada cahaya kejinggaan yang seolang-olah membuatnya tak berkedip diam seribu bahasa. Dalam lamunannya dia teringat seorang perempuan yang hadir dikehidupannya berbeda. Luna nama perempuan itu, mereka kenal di media sosial tepatnya di bulan Mei. Luna sedang menjalani pendidikan di Universitas yang terkenal dikota ini. Seminggu setelah mereka saling mengenal di media sosial mereka bertemu di rumah makan, Darma menatap Luna seakan-akan merasa kagum melihat Luna makan begitu lahap. Darma menyukai sikap Luna yang tidak jaim, padahal mereka baru pertama kali bertemu langsung. Ketika Luna makan, Darma menyalakan sebatang rokok ditemani secangkir kopi disaat Darma ingin menghisap rokoknya tiba-tiba Luna melempar kerupuk yang ada dipiringnya. Luna membenci asap rokok dan akhirnya Darma mematikan rokoknya karna menghargai Luna yang saat itu bersamanya. Setelah pertemuan malam itu besoknya disore hari Darma duduk dibelakang rumahnya dan melihat langit yang indah berwarna jingga, tiba-tiba telpon genggamnya berbunyi ternyata ada pesan dari Luna yang berisikan “lihatlah langit begitu berbeda hari ini, bisakah kita menyaksikan keindahan langit itu lagi namun ketika aku berada disampingmu” isi pesan itu sedikit aneh namu Darma memahami yang dimaksud Luna.  Seminggu saling mengenal Darma baru mengetahui ternyata Luna sudah memiliki kekasih yang sudah cukup lama bersamanya sekitar dua tahun lebih. Darma merasakan cemburu bahkan Darma tak bisa benar-benar mengenal rasa itu rasa yang berupa makna tanpa bahasa, tanpa kata, mungkin itu adalah cinta. Namun Luna lebih meprioritaskan Darma dari pada kekasihnya, entah kenapa Luna menjadi lebih perhatian dan selalu menurut dengan Darma apa yang diinginkan Darma selalu diusahakannya. Mereka terlihat lebih dekat dari biasanya, mereka bertemu lagi namun di tempat yang berbeda. Darma mengajak Luna kerumahnya duduk dibelakang rumah Darma ingin mewujudkan harapan Luna duduk berdua melihat keindahan senja, tapi ketika sore itu langit terlihat gelap seperti akan hujan namun Luna tidak putus asa dan tetap duduk disamping menunggu kehadiran senja sore itu. Sudah setengah jam langit itu masih gelap namun tidak ada hujan, Luna memejamkan mata langit itu tiba-tiba berubah menjadi jingga. Saat itulah Darma memberikan nama sapaan Nona Senja untuk Luna, seperti bisa menaklukan langit ketika gelap berubah menjadi indah ketika Luna memejamkan mata. Setelah kejadian itu Darma selalu memperlakukan Luna seperti kekasihnya telpon genggam tak bisa jauh dari tangannya bahkan setiap Luna mau kemana-mana selalu ditemani Darma, tidak pernah sedikitpun Luna merasakan sakit. Setiap sore Darma selalu mengajak Luna ketempat yang disukainya, akhir-akhir itu mereka selalu berdua seakan tidak mempunyai masalah sedikitpun. Malam itu Darma berdiri di depan cermin, seuntai senyum perlahan terlihat di bibirnya. Diakhiri dengan gerakan tangan menyentuh dadanya yang bidang “Aku jatuh cinta.”
Pagi diantara sibuknya manusia, hati dan pikir Darma masih melaju tanpa jeda untuk membahagiakan Luna hentakan kakinya menyusuri jalanan yang ramai. Bunyi teriakan para pedagang terdengar di telinga. Namun tampaknya Darma tak peduli. Matanya berbinar. Cinta membuatnya berbeda akhir-akhir ini. Senyuman tatap menghiasi wajahnya begitu segar. Luna berdiri dihadapannya dengan senyuman yang membuatnya selalu rindu. Senyum Luna begitu indah membuat Darma begitu semangat untuk menyelesaikan skripsinya bila mengingat senyum itu. Luna lah senja yang begitu jingga bahkan Darma tak dapat mengetahui alasan yang tepat mengapa Darma begitu menyukai Luna dan senja. Baginya senja adalah lukisan terindah jingganya yang membuat berbeda dengan pagi. Memang senja akan hilang ditelan malam dan mendung namun tak semua mendung bisa menutupi paparan senja karena terkadang barisan rintik hujan pun tetap tak bisa menghapus jingga yang tertutup awan begitu juga sosok Luna baginya perempuan yang berbeda diantara yang lainnya. Andai Luna tak berbeda dengan senja, hari ini pergi besok berjumpa lagi tentunyajangan hanya datang dan pergi saja saat pergi tanamlah rindu diujung mimpi saat jumpa akan menikmati hasilnya.
Seiring berjalannya waktu Darma berubah menjadi menjadi lebih egois dan membuat Luna menangis ebtah kenapa Darma begitu mudah menyakiti perasaan Luna, namun Luna selalu sabar menghadapi sikap Darma yang belum pernah ditemuinya dari pertma mereka saling mengenal bahkan tiba-tiba Darma tidak suka dengan aturan Luna ketika Luna meminta Darma untuk makan, karena Luna yakin seharian ini Darma sibuk dengan organisasinya bahkan tak sempat memasukkan sedikit nasi kemulutnya. Darma marah-marah tak jelas tapi Luna hanya berpikir positif mungkin saja Darma merasa lela dan kurang istirahat maka dari itu emosinya tak terkontrol. Besoknya di pagi hari masih dengan kesejukan embun yang sama Darma membangunkan Luna tenyata Luna tak bisa tidur semalaman Luna tak bisa tidur karena perlakuan Darma akhir-akhir ini menjadi beban pikiran. Terlihat warna hitam yang melekat di kantong mata Luna karenajarang tidur. Semakin berjalannya waktu semakin mudah membuat Luna tersakiti  atas sikap Darma. Hari itu Luna sangat membutuhkan Darma yang dulu selalu membuat Luna menjadi perempuan paling bahagia namun sekarang sebaliknya. Lana menemui Darma kerumahnya namun Darma tak ada di rumah bahkan Luna menunggu di depan pintu rumah Darma sudah hampir seharian, tapi tak ditemuinya juga batang hidungnya.
Semakin hari sikap Darma tak bisa terkontrol, mudah membuat Luna menangis lagi. Kenapa sekarang jutek padahal dulu baik dan kenapa sekarang bicaranya kasar bahkan selalu bersikap dingin Tanya Luna dalam hati. Telpon genggam yang biasanya biasanya tak bisa jauh dari tangan mereka sekarang telpon genggam itu tak lagi berguna. Luna mencoba menghubungi Darma, tapi tak ada jawaban. Luna mencari Darma ditempat biasanya latihan tenyata Darma memang ada disana namun tak menghiraukan kedatangan Luna bahkan Darma sedang asik duduk dan berbincang dengan teman perempuannya. Seakan tak ada rasa peduli sedikitpun dari Darma, akhirnya Luna pulang dengan sia-sia dengan hasil kekecewaan. Akhir-akhir ini Luna sakit-sakitan tak bisa merasa lelah Luna jatuh pingsan namun Luna tak menganggap sakit itu serius yang ada dipikirannya hanya Darma dan selalu Darma, sampai saat ini Luna merasa gelisah dengan hatinya dalam hatinya selalu bertanya-tanya siapa senja yang paling jingga sebenaranya, apa benar memang aku penakluknya? Dan apakah ada senja yang lebih jingga ditemuinya di luar sana sampai saat ini pertanyaan itu belum terjawab pasti. Pagi itu Luna menemui Darma lagi ditempat biasanya namun tak dihiraukannya hingga akhirnya Luna jatuh pingsan karena luna akhir-akhir ini sakit-sakitan disaa luna sadar dan membuka mata dihadapannya bukan Darma tenyata disaat Luna jatuh pingsan teman Darma yang menggendong Luna dan menyadarkannya. Luna pun pulang dengan perasaan sangat kecewa.
Seminggu kemudian, Sore itu Darma keluar rumah dan menemukan kotak kecil yang berisikan selembar kertas bertluiskan sebuah puisi
Aku adalah perantara
Tak lama kau nikmati
Dalam sehari hanya sementara
Tapi selalu ada seterusnya
Kau bilang aku senja yang paling jingga
Kau anggap aku penakluknya
Kau berikan sapaan Nona Senja
Kau hiasai denga kekaguman
Kau menyukai senja
Pastilah kau menyukai penakluknya
Tapi kenapa
Senja yang paling jingga tak kau hiraukan
Kau biarkan tertutup mendung hingga hujan lebat itu menghapusnya
Akhirnya senja yang paling jingga memudar dan hilang
Saat itu Darma seperti terhipnotis tak bisa berkutik sedikitpun. Akhirnya Darma pergi ke tempat dimana biasanya mereka bertemu namun Luna tak ada dalam satu minggu sebelum Darma menemukan kotak kecil yang berisikan puisi itu setiap sore Darma selalu mendapatkan pesan singkat dari Luna yang berisikan “Jika kamu tak menyukai senja yang paling jingga janganlah tak meghiraukannya lagi setidaknya pandanglah senja itu agar dia merasakan bagaimana rasanya dihargai atas kehadirannya”isi pesan singakat yang selalu sama didapatkannya setiap sore. Darma pun pergi kerumah Luna dan disaat dia di depan pagar ternyata ada Ibunya Luna yang duduk di depan pintu dengan perasaan gelisah. Darma pun menanyakan keadaan Luna ternyata Luna sudah meninggal seminggu yang lalu setelah mereka bertemu disaat Luna jatuh pingsan dan disadarkan oleh temannya. Darma benar-benar tak percaya lalu siapa yang selalu mengirim pesan singkat itu dan siapa yang meletakkan kotak kecil yang berisikan puisi itu. Darma terdiam, Ibunya Luna pun menceritakan kenapa Luna meninggal. Luna ternyata terkena penyakit HIV dulunya Luna selalu melakukan seks bebas dengan banyak lelaki. Hanya dengan Darma Luna tidak melakukan hubungan seks bebas karena Darma saat itu benar-benar menjaga Luna denga tulus begitupun yang dilakukan Luna. Namun ketulusan Luna tak berbuah baik disaat Luna jatuh pingsan dang tak bisa merasa lelah sedikitpun Darma tak ada bersamanya padahal Luna benar-benar membutuhkan Darma karena itu mungkin akan memperlambat kematian Luna, dengan cara membahagian Luna dan kehadiran Darma yang selalu ada juga akan membuat sisa hidup Luna lebih menyenangkan. Semuanya sudah terlambat Luna sudah tak ada lagi di dunia ini. Sampai akhirnya Darma melihat senja yang hadir namun senja kali ini menjadikan lukisan alam yang memilukan. Darma tebangun dari lamunannya saat ini Darma tidak menangis mungkin kelenjar air matanya sudah habis.