Nona Senja
Aku adalah perantara
Tak lama kau nikmati
Dalam sehari hanya sementara
Tapi selalu ada seterusnya
Kau bilang aku senja yang paling jingga
Kau anggap aku penakluknya
Kau berikan sapaan Nona Senja
Kau hiasai dengan kekaguman
Kau menyukai senja
Pastilah kau menyukai penakluknya
Tapi kenapa
Senja yang paling jingga tak kau hiraukan
Kau biarkan tertutup mendung hingga hujan lebat itu menghapusnya
Akhirnya senja yang paling jingga memudar dan hilang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar