Kamis, 10 Maret 2016

Puisi Nona Senja menceritakan tentang seorang wanita yang dianggap penakluk senja sama jingganya dengan senja. Senja tidak selalu berartikan umur yang sudah hampir habis atau mendekati dengan kematian. Senja yang diartikan disini adalah sebuah keindaha. Puisi ini melatar belakangi kisah seorang lelaki yang menyukai senja hampir setiap hari mengabadikan lukisan tuhan yang begitu indah baginya, tapi pada puisi ini perempuan yang disamakan keindahannya dengan senja itu memudar dan hilang. Puisi Nona Senja ini berhubungan dengan cerpen yang berjudul Kehilangan Sepotong Senja. Cerpen Kehilangan Sepotong Senja yang mempunyai dua tokoh utama seorang lelaki dan perempuan yang bernama Darma dan Luna. Cerpen ini menceritakan tentang percintaan yang berawal dari sosial media sampai mereka bertemu langsung dan saling jatuh cinta pada pertengahan cerita memiliki permasalahan pada tokoh perempuan yang bernama Luna sakit disaat tokoh lelaki yaitu Darma mulai berubah seakan tidak peduli lagi dengan Luna tidak tau sebabnya kenapa sampai akhirnya Luna meninggal dunia karena mengidap penyakit HIV karena dulunya Luna suka melakukan seks bebas dengan pasangnnya. Cerpern Kehilangan Sepotong Senja menceritakan sebuah tiruan kehidupan, cerpen ini mempunyai alur mundur. Menurut saya Cerpen Kehilangan Sepotong Senja ini hampir sempurna dan saya sangat menyukai Cerpen ini dari beberapa cerpen yang pernah saya buat hanya cerpen ini yang mampu membuat saya bangga dengan karya saya sendiri dan saya sudah meminta beberapa teman saya untuk membaca cerpen ini mereka berependapat sama menyukainya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar